( Rangkuman Diskusi Seorang Muallaf Vs Pendeta )
Ini adalah diskusi MUALLAF vs PENDETA yang lagi ramai dibicarakan, antara Chistina Olivia Wijaya yang seorang mualaf, dengan nama Islamnya Aninda Chairunisa, dengan seorang pendeta bernama Oikumene Anthony Domingus, pendeta asli Jakarta yang sekarang menetap di Philipina. Pendeta tersebutlah yang pertama kali mengajak debat Aninda karena mendengar berita ada seorang pendeta asal Australia bernama Herbert Simpson jadi mualaf setelah berdebat sama saudari Aninda. Yang membuat heboh, photo profile dari Aninda Chairunisa memakai photonya artis Chelsea Olivia, tapi sekarang sudah berganti dengan photo aslinya biar tidak salah penafsiran. Tapi muka mereka memang mirip sekali.
Berikut ini rangkumannya :
BENARKAH YESUS MATI DI SALIB , ATAU HANYA AKAL-AKALAN PENDIRI AGAMA KRISTEN ???
========================================
Oikumene Anthony Domingus : Sejujurnya saya salut dgn anda,hapal alkitab melebihi saya,saya akan periksa dan mempelajari pesan pesan itu semua.saya secara gentleman mengakui Muhamad utusan Allah,bukan paulus.
========================================
Oikumene Anthony Domingus : Shallom,dapatkah moderator memuat komen saya kedua dari yang terakhir
Minggu pukul 19:53 •
Ch Olivia Wijaya : assalamu’alaikum wr wb,,alhamdulillahi robbil alamin washolatu wassalam ala asy rafil ambiya’i wal mursalin wa ala alihi wasahbihi wasallam,,mohon permintaan pak pendeta Oikumene Anthony domingus dipenuhi akhy moderator
Minggu pukul 19:56 •
Oikumene Anthony Domingus : Komentar jawaban saya terdahulu,
Minggu pukul 20:01
Ch Olivia Wijaya : bagaimana moderator apakah sudah
Minggu pukul 20:07
Ch Olivia Wijaya : oke silahkan bapak pendeta
Minggu pukul 20:08 •
Oikumene Anthony Domingus : Okay,dalam dialog ini,saya kembali menegaskan sperti pernyataan saya terdahulu,bahwa nubuwat utuk muhamad tdk ada didalm alkitab perjanjian baru maupun,lama dan kalaupun ada hanya untuk yesus,persamaan musa dan muhamad sangat jauh sekali,sejauh tahun kelahiran mereka.
Minggu pukul 20:09
Ch Olivia Wijaya : baik pak pendeta,,saya ulangi lagi,yesus lahir ajaib,,musa normal..muhammad normal,,yesus mati disalib karena menebus dosa manusia,,musa dan muhammad mati tanpa beban dan berkubur di bumi,,yesus katanya sedang istirahat disorga,,musa dan muhammad nikah dan kawin serta beranak,,yesus tdk,,musa dan muhammad adalah raja yesus jadi raja di kerajaan dunia lain..apakah bapak mau memungkiri kenyataan ini????
Minggu pukul 20:13
Oikumene Anthony Domingus : Musa dan yesus memang berbeda dalam bentuk fisik tapi dlm nubuwat itu yesuslah yang dituju,bukan muhamad
Minggu pukul 20:15
Ch Olivia Wijaya : apakah ini jawaban profesional bapak ,,,atau ada sebaliknya??maaf
Minggu pukul 20:16
Oikumene Anthony Domingus : Ini sdh jawaban sesuai iman kristiani
Minggu pukul 20:17
Ch Olivia Wijaya : tolong bapak tulis di wall ini ciri kemiripan musa dan yesus dalam iman kristiani bapak,,mohon sangat
Minggu pukul 20:18
Oikumene Anthony Domingus : Sama sama mendapat mandat dari BAPA,bukan dari allah islam.
Minggu pukul 20:20 •
Ch Olivia Wijaya : catatkan moderator kemiripan yesus dan musa menurut bapak pendeta oikumene anthiny domingus ini
Minggu pukul 20:21
Ch Olivia Wijaya MUSA ADALAH NABI DAN YESUS ADALAH REINKARNASI TUHAN BETULKAN BAPAK
Minggu pukul 20:22
Oikumene Anthony Domingus : Betul dan itu pasti
Minggu pukul 20:23
Ch Olivia Wijaya : YESUS ADALAH PRIBADI YANG DIMUATI ROH KUDUS DAN BAPA MENURUT KEYAKINA KRISTEN,,MUSA TIDAK,,BATUL KAN BAPAK..
Minggu pukul 20:24
Oikumene Anthony Domingus : Betul,saya sangat setuju
Minggu pukul 20:25
Ch Olivia Wijaya : Sekarang saya tanya ke bapak apakah yesus sama dgn musa???
Minggu pukul 20:26
Oikumene Anthony Domingus : Saya mengakui musa dan Yesus berbeda
Minggu pukul 20:28
Ch Olivia Wijaya : jadi menurut bapak apakah Muhammad sama seperti Musa???…..
Minggu pukul 20:29
Oikumene Anthony Domingus : Iya tetapi anda bisa melihat historis dari keduanya,musa keturunan abraham,dari anak suci ishak,jelas bhw nubuwat itu bukan utk muhamad,dan anda lupa bhw muhamad dari arab barbar,sedang musa dari yahudi yang beradab dan memiliki keturunan yg kemudian menemukan penemuan2 yg briliant termasuk alat anda online ini.apa yang anda banggakan dari ajaran muhamad
Minggu pukul 20:34
Ch Olivia Wijaya : maaf saya tadi BAK,,baik pak pendeta saya akan jawab
Minggu pukul 20:44
Ch Olivia Wijaya : apakah bapak lupa dengan Kejadian 16;15,17;23,17;25 silahkan bapak buka
Minggu pukul 20:45
Ch Olivia Wijaya : sampai umur 13 tahun ismail adalah anak abraham,,ketika perjanjian antara ibrahim dan tuhan memberikan anak laki laki yang diberi nama ishak
Minggu pukul 20:46
Oikumene Anthony Domingus : Umat kristiani dari hasil rapat/koncili yg beratus kali,mungkin ribuan kali mengkaji secara jitu dan ilmiah,yang bersumber dari semua kitab agama manapun,termasuk quran,ismail adalah anak dari seorg ibu yg tdk syah dikawini,kristen menyimpulkan,bhw mustahil nubuwat itu utk muhamad,yang berada ribuan kilo meter dari israel.anda terlalu menghayal dan mengada ad saja.
Minggu pukul 20:53
Ahmad Syah : Oikumene Anthony Domingus@ tolong beri waktu mba olivia wijaya memaparkan premis nya mengenai ulangan 18:18 pak
Minggu pukul 20:55 •
Ch Olivia Wijaya : baik akhy Ahmad Syah,,saya sdg mengarahkan kesana
Minggu pukul 20:57
Ch Olivia Wijaya : maaf bapak,,saya tersenyum membaca pernyataan bapak,,ismail dan ishak adalah anak dari abraham,,kalau bapak dan seluruh umat kristiani,,laintya menyatakan bhw ismail anak haram, berarti Tuhan bapak telah salah memfirmankan dan menceritakan dalam ulangan itu dabn ulangan itu bukan firman tuhan ttp cuma ayat2 dongeng belaka
Minggu pukul 21:01
Oikumene Anthony Domingus : Itulah firman tuhan,dan pemebritaan yg harus dipelajari difahami,bhw Tuhan tdk pernah berdusta ttg sejarah.
Minggu pukul 21:02
Afiq Itu-afiq : Ini pengakuan bapak Oikumene Anthony Domingus
Itulah firman tuhan,dan pemebritaan yg
harus dipelajari difahami,bhw Tuhan tdk
pernah berdusta ttg sejarah.
Minggu pukul 21:03
Ch Olivia Wijaya : kalau bapak mengatakan bahwa dalam ulangan itu adalah firman Tuhan,,berarti bapak yang tidak jujur dengan mendustai sejarah,,betulkan pak,,,
Minggu pukul 21:03
Oikumene Anthony Domingus : Nah…nah anda memulai bermain kata dimana letak kedustaan saya,mohon tunjukan
Minggu pukul 21:05
Ch Olivia Wijaya : saya minta tolong kepada moderator untuk memuat komentar bapak UMat kristen dari hasil rapat Consili,,,,,,,dst
Minggu pukul 21:06
Ch Olivia Wijaya : bagaimana bapak,,,bukankah itu pernyataan bapak bhw seluruh ( maaf ) umat kriten telah mendustai sejarah,,sedangkan tuhan jujur mengungkapkan sejarah !!!!
Minggu pukul 21:08
Ahmad Syah : ch olivia wijaya@ sudah mba aninda..==>Oikumene Anthony Domingus Umat kristiani dari hasil rapat/koncili yg beratus kali,mungkin ribuan kali mengkaji secara jitu dan ilmiah,yang bersumber dari semua kitab agama manapun,termasuk quran,ismail adalah anak dari seorg ibu yg tdk syah dikawini,kristen menyimpulkan,bhw mustahil nubuwat itu utk muhamad,yang berada ribuan kilo meter dari israel.anda terlalu menghayal dan mengada ad saja.
Minggu pukul 21:08
Oikumene Anthony Domingus : Ismail penentang saudaranya,anda kalau tdk percaya silahkan buka Kejadian 16:12,ini sdh cukup bukti menjelaskan kalau hubungan kekeluargaan ismail ishak putus dikemudian hari.
Minggu pukul 21:10
Ch Olivia Wijaya : kalau bapak memiliki anak 2 orang kemudian mereka ribut karena salah dalm mengartikan sebuah warna,kemudian mereka ribut,,apakah mereka sdh tdk satu keluarga lagi,,atau
apakah salah satunya bukan anak bapak…???
Minggu pukul 21:14
Oikumene Anthony Domingus : Okay….okay i believe your opines
Minggu pukul 21:15
Ch Olivia Wijaya : in where father yu believed to my opinids<Jumat, 22 Februari 2013
Rangkuman Diskusi Muallaf VS Pendeta, Chistina Olivia Wijaya (Aninda Chairunisa) dengan Oikumene Anthony Domingus
( Rangkuman Diskusi Seorang Muallaf Vs Pendeta )
Ini adalah diskusi MUALLAF vs PENDETA yang lagi ramai dibicarakan, antara Chistina Olivia Wijaya yang seorang mualaf, dengan nama Islamnya Aninda Chairunisa, dengan seorang pendeta bernama Oikumene Anthony Domingus, pendeta asli Jakarta yang sekarang menetap di Philipina. Pendeta tersebutlah yang pertama kali mengajak debat Aninda karena mendengar berita ada seorang pendeta asal Australia bernama Herbert Simpson jadi mualaf setelah berdebat sama saudari Aninda. Yang membuat heboh, photo profile dari Aninda Chairunisa memakai photonya artis Chelsea Olivia, tapi sekarang sudah berganti dengan photo aslinya biar tidak salah penafsiran. Tapi muka mereka memang mirip sekali.
Berikut ini rangkumannya :
BENARKAH YESUS MATI DI SALIB , ATAU HANYA AKAL-AKALAN PENDIRI AGAMA KRISTEN ???
========================================
Oikumene Anthony Domingus : Sejujurnya saya salut dgn anda,hapal alkitab melebihi saya,saya akan periksa dan mempelajari pesan pesan itu semua.saya secara gentleman mengakui Muhamad utusan Allah,bukan paulus.
========================================
Oikumene Anthony Domingus : Shallom,dapatkah moderator memuat komen saya kedua dari yang terakhir
Minggu pukul 19:53 •
Ch Olivia Wijaya : assalamu’alaikum wr wb,,alhamdulillahi robbil alamin washolatu wassalam ala asy rafil ambiya’i wal mursalin wa ala alihi wasahbihi wasallam,,mohon permintaan pak pendeta Oikumene Anthony domingus dipenuhi akhy moderator
Minggu pukul 19:56 •
Oikumene Anthony Domingus : Komentar jawaban saya terdahulu,
Minggu pukul 20:01
Ch Olivia Wijaya : bagaimana moderator apakah sudah
Minggu pukul 20:07
Ch Olivia Wijaya : oke silahkan bapak pendeta
Minggu pukul 20:08 •
Oikumene Anthony Domingus : Okay,dalam dialog ini,saya kembali menegaskan sperti pernyataan saya terdahulu,bahwa nubuwat utuk muhamad tdk ada didalm alkitab perjanjian baru maupun,lama dan kalaupun ada hanya untuk yesus,persamaan musa dan muhamad sangat jauh sekali,sejauh tahun kelahiran mereka.
Minggu pukul 20:09
Ch Olivia Wijaya : baik pak pendeta,,saya ulangi lagi,yesus lahir ajaib,,musa normal..muhammad normal,,yesus mati disalib karena menebus dosa manusia,,musa dan muhammad mati tanpa beban dan berkubur di bumi,,yesus katanya sedang istirahat disorga,,musa dan muhammad nikah dan kawin serta beranak,,yesus tdk,,musa dan muhammad adalah raja yesus jadi raja di kerajaan dunia lain..apakah bapak mau memungkiri kenyataan ini????
Minggu pukul 20:13
Oikumene Anthony Domingus : Musa dan yesus memang berbeda dalam bentuk fisik tapi dlm nubuwat itu yesuslah yang dituju,bukan muhamad
Minggu pukul 20:15
Ch Olivia Wijaya : apakah ini jawaban profesional bapak ,,,atau ada sebaliknya??maaf
Minggu pukul 20:16
Oikumene Anthony Domingus : Ini sdh jawaban sesuai iman kristiani
Minggu pukul 20:17
Ch Olivia Wijaya : tolong bapak tulis di wall ini ciri kemiripan musa dan yesus dalam iman kristiani bapak,,mohon sangat
Minggu pukul 20:18
Oikumene Anthony Domingus : Sama sama mendapat mandat dari BAPA,bukan dari allah islam.
Minggu pukul 20:20 •
Ch Olivia Wijaya : catatkan moderator kemiripan yesus dan musa menurut bapak pendeta oikumene anthiny domingus ini
Minggu pukul 20:21
Ch Olivia Wijaya MUSA ADALAH NABI DAN YESUS ADALAH REINKARNASI TUHAN BETULKAN BAPAK
Minggu pukul 20:22
Oikumene Anthony Domingus : Betul dan itu pasti
Minggu pukul 20:23
Ch Olivia Wijaya : YESUS ADALAH PRIBADI YANG DIMUATI ROH KUDUS DAN BAPA MENURUT KEYAKINA KRISTEN,,MUSA TIDAK,,BATUL KAN BAPAK..
Minggu pukul 20:24
Oikumene Anthony Domingus : Betul,saya sangat setuju
Minggu pukul 20:25
Ch Olivia Wijaya : Sekarang saya tanya ke bapak apakah yesus sama dgn musa???
Minggu pukul 20:26
Oikumene Anthony Domingus : Saya mengakui musa dan Yesus berbeda
Minggu pukul 20:28
Ch Olivia Wijaya : jadi menurut bapak apakah Muhammad sama seperti Musa???…..
Minggu pukul 20:29
Oikumene Anthony Domingus : Iya tetapi anda bisa melihat historis dari keduanya,musa keturunan abraham,dari anak suci ishak,jelas bhw nubuwat itu bukan utk muhamad,dan anda lupa bhw muhamad dari arab barbar,sedang musa dari yahudi yang beradab dan memiliki keturunan yg kemudian menemukan penemuan2 yg briliant termasuk alat anda online ini.apa yang anda banggakan dari ajaran muhamad
Minggu pukul 20:34
Ch Olivia Wijaya : maaf saya tadi BAK,,baik pak pendeta saya akan jawab
Minggu pukul 20:44
Ch Olivia Wijaya : apakah bapak lupa dengan Kejadian 16;15,17;23,17;25 silahkan bapak buka
Minggu pukul 20:45
Ch Olivia Wijaya : sampai umur 13 tahun ismail adalah anak abraham,,ketika perjanjian antara ibrahim dan tuhan memberikan anak laki laki yang diberi nama ishak
Minggu pukul 20:46
Oikumene Anthony Domingus : Umat kristiani dari hasil rapat/koncili yg beratus kali,mungkin ribuan kali mengkaji secara jitu dan ilmiah,yang bersumber dari semua kitab agama manapun,termasuk quran,ismail adalah anak dari seorg ibu yg tdk syah dikawini,kristen menyimpulkan,bhw mustahil nubuwat itu utk muhamad,yang berada ribuan kilo meter dari israel.anda terlalu menghayal dan mengada ad saja.
Minggu pukul 20:53
Ahmad Syah : Oikumene Anthony Domingus@ tolong beri waktu mba olivia wijaya memaparkan premis nya mengenai ulangan 18:18 pak
Minggu pukul 20:55 •
Ch Olivia Wijaya : baik akhy Ahmad Syah,,saya sdg mengarahkan kesana
Minggu pukul 20:57
Ch Olivia Wijaya : maaf bapak,,saya tersenyum membaca pernyataan bapak,,ismail dan ishak adalah anak dari abraham,,kalau bapak dan seluruh umat kristiani,,laintya menyatakan bhw ismail anak haram, berarti Tuhan bapak telah salah memfirmankan dan menceritakan dalam ulangan itu dabn ulangan itu bukan firman tuhan ttp cuma ayat2 dongeng belaka
Minggu pukul 21:01
Oikumene Anthony Domingus : Itulah firman tuhan,dan pemebritaan yg harus dipelajari difahami,bhw Tuhan tdk pernah berdusta ttg sejarah.
Minggu pukul 21:02
Afiq Itu-afiq : Ini pengakuan bapak Oikumene Anthony Domingus
Itulah firman tuhan,dan pemebritaan yg
harus dipelajari difahami,bhw Tuhan tdk
pernah berdusta ttg sejarah.
Minggu pukul 21:03
Ch Olivia Wijaya : kalau bapak mengatakan bahwa dalam ulangan itu adalah firman Tuhan,,berarti bapak yang tidak jujur dengan mendustai sejarah,,betulkan pak,,,
Minggu pukul 21:03
Oikumene Anthony Domingus : Nah…nah anda memulai bermain kata dimana letak kedustaan saya,mohon tunjukan
Minggu pukul 21:05
Ch Olivia Wijaya : saya minta tolong kepada moderator untuk memuat komentar bapak UMat kristen dari hasil rapat Consili,,,,,,,dst
Minggu pukul 21:06
Ch Olivia Wijaya : bagaimana bapak,,,bukankah itu pernyataan bapak bhw seluruh ( maaf ) umat kriten telah mendustai sejarah,,sedangkan tuhan jujur mengungkapkan sejarah !!!!
Minggu pukul 21:08
Ahmad Syah : ch olivia wijaya@ sudah mba aninda..==>Oikumene Anthony Domingus Umat kristiani dari hasil rapat/koncili yg beratus kali,mungkin ribuan kali mengkaji secara jitu dan ilmiah,yang bersumber dari semua kitab agama manapun,termasuk quran,ismail adalah anak dari seorg ibu yg tdk syah dikawini,kristen menyimpulkan,bhw mustahil nubuwat itu utk muhamad,yang berada ribuan kilo meter dari israel.anda terlalu menghayal dan mengada ad saja.
Minggu pukul 21:08
Oikumene Anthony Domingus : Ismail penentang saudaranya,anda kalau tdk percaya silahkan buka Kejadian 16:12,ini sdh cukup bukti menjelaskan kalau hubungan kekeluargaan ismail ishak putus dikemudian hari.
Minggu pukul 21:10
Ch Olivia Wijaya : kalau bapak memiliki anak 2 orang kemudian mereka ribut karena salah dalm mengartikan sebuah warna,kemudian mereka ribut,,apakah mereka sdh tdk satu keluarga lagi,,atau
apakah salah satunya bukan anak bapak…???
Minggu pukul 21:14
Oikumene Anthony Domingus : Okay….okay i believe your opines
Minggu pukul 21:15
Ch Olivia Wijaya : in where father yu believed to my opinids<Kisah Yahya Waloni Seorang Teolog sekaligus sebagai Pendeta yang masuk Islam
Sebagai pakar teologi, Pendeta Yahya Yopie Waloni sangat mengetahui teori-teori yang ada dalam agama Islam. Meskipun masih beragama Kristen, Yahya memandang teori apa pun yang ada di Islam sangat benar. Islam pun, mampu menceritakan peradaban dunia dari yang lalu sampai sekarang. Bahkan, agama Kristen diceritakan pula dalam Islam.
Namun, menurut pria kelahiran Manado tahun 1970 ini, yang paling membuatnya tunduk patuh hingga memutuskan untuk masuk Islam pada Oktober 2006 adalah Islam menunjuk satu individu yang sangat tepat untuk menyebarkan ajarannya. "Ada satu individu yang membuat saya tunduk dan patuh, dia buta huruf tapi bisa menyusun Alquran secara sistematis," ujar pria yang mengganti namanya menjadi M Yahya Waloni setelah memeluk agama Islam itu kepada Republika.
Menurut suami dari Lusiana (33) yang mengganti namanya menjadi Mutmainnah setelah memeluk Islam itu, dirinya masuk agama islam karena dari sistematika teori Islam sudah benar. Sebagai akamdemisi, kata dia, dirinya pun berpikir orang yang sudah memili teori benar saja bisa salah apalagi yang tidak memiliki teori yang benar. "Orang Islam yang sudah memiliki teori yang benar saja bisa salah apalagi yang tidak memiliki teori benar. Jadi, saya mengakui Islam secara teori dan spiritual," ujar Yahya.
Ketertarikan Yahya untuk masuk Islam, kata dia, sebenarnya sudah ada sejak kecil, saat berumur sekitar 14 tahun. Pada usia itu, dirinya sudah ke masjd karena tertarik melihat banyak orang islam menggunakan pakaian seperti yang digambarkan di agamanya yaitu baju ikhram. Selain itu, dirinya pun sangat tertarik dengan gendang yang suka dimainkan di masjid-masjid. "Saya hanya berani ke masjid satu kali saja karena ketahuan dan dipukul sampai babak belur oleh bapak saya. Kalau nekad ke masjid lagi, saya takut bapak saya yang seorang tentara akan menggantung saya," ujar pria yang memiliki hobi bermain gendang ini. Namun, sambung pria yang pernah menjabat Ketua Sekolah Tinggi Theologia Calvinis di Sorong tahun 2000-2004 ini, dari sekian kejadian yang mendorongnya untuk memeluk Islam adalah pengalaman spiritual yang dialaminya. "Suatu hari, saya bertemu dengan seorang penjual ikan, di rumah lama kompleks Tanah Abang, Kelurahan Panasakan, Tolitoli," ia memulai kisahnya. Pertemuannya dengan si penjual ikan berlangsung tiga kali berturut-turut dengan waktu pertemuan yang sama yaitu pukul 09.45 Wita. "Kepada saya, si penjual ikan itu mengaku namanya Sappo (dalam bahasa Bugis artinya sepupu). Dia juga panggil saya Sappo. Dia baik sekali dengan saya," ujar bapak dari Silvana (8 tahun, kini bernama Nur Hidayah), Sarah (7 tahun, menjadi Siti Sarah), dan Zakaria (4 tahun) ini. Setiap kali ketemu dengan si penjual ikan itu, kata Yahya, dirinya berdialog panjang soal Islam. Anehnya, kata dia, si penjual ikan yang mengaku tidak lulus sekolah dasar (SD) itu sangat mahir dalam menceritakan soal Islam. Ia makin tertarik pada Islam. Namun, sejak saat itu, ia tidak pernah lagi bertemu dengan penjual ikan itu. Si penjual ikan mengaku dari dusun Doyan, desa Sandana, salah satu desa di sebelah utara kota Tolitoli). "Saat saya datangi kampungnya, tidak ada satupun warganya yang menjual ikan dengan bersepeda," tambahnya. Sejak pertemuannya dengan si penjual ikan itulah katanya, konflik internal keluarga Yahya dengan istrinya meruncing. Istrinya, Lusiana tetap ngotot untuk tidak memeluk Islam. Karena dipengaruhi oleh pendeta dan saudara-saudaranya. "Ia tetap bertahan pada agama yang dianut sebelumnya. Jadi, kita memutuskan untuk bercerai," katanya. Namun, sambung dia, tidak lama setelah itu, tepatnya 17 Ramadan 1427 Hijriah atau tanggal 10 Oktober sekitar pukul 23.00 Wita, ia bermimpi bertemu dengan seseorang yang berpakaian serba putih, duduk di atas kursi. Sementara, dia di lantai dengan posisi duduk bersila dan berhadap-hadapan dengan seseorang yang berpakaian serba putih itu. "Saya dialog dengan bapak itu. Namanya, katanya Lailatulkadar," kata Yahya. Setelah dari itu, Yahya kemudian berada di satu tempat yang dia sendiri tidak pernah melihat tempat itu sebelumnya. Di tempat itulah, Yahya menengadah ke atas dan melihat ada pintu buka-tutup. Tidak lama berselang, dua perempuan masuk ke dalam. Perempuan yang pertama masuk, tanpa hambatan apa-apa. Namun perempuan yang kedua, tersengat api panas. "Setelah sadar, seluruh badan saya, mulai dari ujung kaki sampai kepala berkeringat. Saya seperti orang yang kena malaria. Saya sudah minum obat, tapi tidak ada perubahan. Tetap saja begitu," ujarnya. Setelah diceritakan ke istrinya, kata dia, istrinya semakin tidak percaya dan ingin bercerai dengan Yahya. Namun, beberapa jam kemudian, istrinya menangis karena mimpi yang diceritakan suaminya kepadanya, sama dengan apa yang dimimpikan. Akhirnya istri saya yang mengajak segera masuk Islam," katanya. Akhirnya, kata Yahya, bersama istrinya memeluk Islam secara sah pada hari Rabu, 11 Oktober 2006 pukul 12.00 Wita melalui tuntunan Komarudin Sofa, Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli. Hari itulah, Yahya dan istrinya mengucapkan dua kalimat syahadat. "Kekuatan saya, sekarang hanya shalat tahajud malam dan Dhuha pukul 08.00," ujar mantan Rektor yang UKI Papua ini. SEBAGIAN KISAH BUKU "KEBENARAN ISLAM MENURUT MANTAN PENDETA" Konsep ketuhanan Kristen ”Benarkah Kristen ini adalah kelanjutan dari agama Yahudi?” Kalau ditilik dari sejarah peristiwa pen-Tuhan-an Yesus, maka pikiran kita pasti akan kembali pada peristiwa penyaliban yang dilakukan oleh Romawi kala itu. Ketika muncul pertanyaan itu, jawabnya harusnya sederhana, ya .. atau tidak. Jika Iya, bukankah seharusnya orang Arab dan Bani Israel memeluk Kristen? Peristiwa tentang penyaliban Yesus ini terjadi di daerah Timur Tengah. Bahkan dijelaskan di dalam alkitab, peristiwa penyaliban tersebut sangatlah menggetarkan hati siapa saja yang melihat dan merasakannya. Dalam alkitab dikatakan bahwa ketika Yesus disalib maka tanah terbelah, gempa bumi, dan orang-orang mati bangkit (Lukas 23 : 44-49). Logikanya sederhana, sekeras hati siapapun ketika sudah melihat dan merasakan peristiwa ini pasti akan beriman. Peristiwa ini terjadi di Yerusalem di negeri Yahudi. Jadi, seharusnya imannya orang Yahudi dan orang Kristen dewasa ini pasti akan sama. Namun pada faktanya, Kristen menuhankan Yesus dan Yahudi meng-Allahkan Yahwe, bukan Yesus. Jika memang benar kata alkitab, bahwa dunia dan seisinya diciptakan oleh Tuhan hanya dengar firman-Nya, apakah kemudian Tuhan kehilangan kekuatannya sehingga untuk menyelamatkan manusia saja Dia harus turun ke bumi, disalib, dan mati terlebih dahulu untuk menyelamatkan manusia? Inti dari ajaran Kristen adalah ”penyelamatan” yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada umat manusia. Sehingga premis ”Yesus mati dahulu, barulah tiba penyelamatan kepada semua manusia” adalah harga mati bagi keimanan Kristen (Korintus 5:15, Roma 10:9, dsb; lihat Hal 34). Jika peristiwa penyaliban Yesus sebagai akar keimanan Kristen terbantahkan, maka gugurlah batang dan daun keimanan Kristen dan agama Kristen dewasa ini. Inti dari keimanan Kristen adalah ”percaya saja!” maka akan selamat. Yesus adalah juru selamat bagi dunia (Yohanes 3:16, Yohanes 14:6, Markus 16:16, dsb). Yang terjadi adalah dogmatika atas nama Agama. Logika tertutup dan akal-budi manusia ditekan. Karena, begitu mudahnya menemukan kontradiksi antara satu ayat dengan ayat injil lainnya jika dogma telah terdobrak dan logika terbuka. Jika ditilik lebih dalam, ayat-ayat tentang pen-Tuhan-an Yesus dan seputar penyaliban Yesus ini berasal dari Paulus (yang dianggap sebagai Rasul Kristen). Bahkan 99% ayat tentang pen-Tuhan-an Yesus berasal dari Paulus. Siapakah Paulus? Siapakah Paulus? Boleh dibilang Paulus adalah tokoh paling terkenal dalam dunia Kristen. Bahkan konon Michael Hart, pengarang buku 100 orang paling berpengaruh di dunia, cukup ragu-ragu untuk meletakkan Paulus di bawah Yesus, mengingat begitu berpengaruhnya ajaran Paulus dibanding Yesus. Aneh bukan? Semua orang penganut Kristen pasti mengenal Paulus. Karena dalam ajaran Kristen, Paulus adalah rasul yang cerdas, pintar, sabar, dan tegas. Yang entah bagaimana, tiba-tiba dia berubah menjadi seorang yang baik hati setelah sebelumnya dia dikenal sebagai pembunuh dan penjahat. Injil mengatakan bahwa Paulus awalnya adalah penganut Taurat yang fanatik. ”Tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam menaati hukum Taurat aku tidak bercacat” (FILIPI 3 : 6). Namun di samping itu, sejak muda Paulus sangat mengagumi budaya Yunani (helenisme) terutama pelajaran filsafatnya. Sehingga dalam dirinya muncul dua pengaruh yang sangat kuat ini, penganut taurat dan pengaruh filsafat helenisme. Paulus sediri bukan orang Yerusalem dan bukan orang Nazareth, sehingga hal ini membuktikan bahwa sejak muda Paulus tidak pernah berhubungan secara langsung dengan Isa A.S. Dia bukanlah murid nabi ’Isa dan bukan pula pengikutnya baik di Yerusalem dan di Nazareth. Dengan demikian, wajar jika terjadi perbedaan yang sangat kontradiktif antara ajaran Paulus dan ’Isa AS. Salah satunya tentang dosa warisan. ’Isa tidak pernah membicarakan sama sekali tentang dosa warisan, sebaliknya ini adalah ajaran Paulus. ”Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang dan oleh dosa itu juga maut. Demikianlan maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semu orang telah berdosa” (ROMA 5 : 12). Contoh lain adalah tentang konsep pengampunan. ’Isa mengajarkan pengampunan dari Tuhan bagi orang yang bertobat melalui ucapan, sikap, dan perbuatan. Sedangkan Paulus mengajarkan pengampunan Tuhan atas dosa-dosa manusia semata-mata karena pengorbanan atau penyaliban Yesus Kristus di kayu salib. Dsb. Jika demikian, jika Paulus tidak pernah menjadi murid Yesus, jika predikat ”Rasul” adalah sesuatu yang tak pantas bagi Paulus, apakah tidak ada satu orang pun yang mempertanyakan? Ternyata tidak. Injil pun memuat peristiwa ini ketika orang-orang Korintus menanyakan perihal ini kepadanya sehingga membuat Paulus semakin terdesak. Dalam Korintus 9 : 1 – 3 dikatakan : 1. ”Bukankah aku Rasul? Bukankah aku orang bebas? Bukankah aku telah melihat Yesus, Tuhan kita? Bukankah kamu adalah buah pekerjaanku di dalam Tuhan?” 2. ”Sekalipun bagi orang lain aku bukanlah Rasul, tetapi bagi kamu aku adalah Rasul, sebab hidupmu dalam Tuhan adalah materai dari kerasulanku” 3. ”Inilah pembelaanku terhadap mereka yang mengkritik aku”. ”Bukankah aku Rasul? .... ” dari ayat ini saja kita sudah tahu bahwa Paulus bukanlah seorang Rasul. Jika dia benar-benar Rasul, maka kalimat ini seharusnya tidak boleh terucap dari mulutnya, sebab secara psikologis dan filosofis makna kalimat ini menunjukkan kesombongan sekaligus perasaan khawatir bahwa rahasianya sebagai Rasul palsu akan terbongkar. Dari 27 kitab perjanjian baru Kristen, 14 kitab di antaranya adalah surat Paulus. Rasul palsu itu. Sementara itu, seluruh kitab dalam perjanjian baru, adalah karangan. Ada karangan Markus, Matius, Lukas, Yohanes, dll. Jadi, setelah semua penjelasan di atas, menurut kita bagaimana kebenaran kitab Injil sekarang? Tentu tidak logis, dan maksa banget kalau ada yang mengatakan Injil berasal dari Tuhan. Konsep Trinitas, dari siapa? Sesungguhnya konsep Trinitas bukanlah konsep yang diajarkan oleh Yesus / ’Isa AS. Konsep ’Isa adalah tauhid (pengesaan). Adapun konsep trinitas ada dan diperkenalkan oleh Paulus. Perdebatan antara pendukung tauhid / unitarianisme dengan pendukung trinitas tidak kunjung henti. Bahkan diwarnai dengan pertumpahan darah pada abad I sampai abad ke IV. Sehingga sejarah mencatat, pada tahun 325 Masehi, Kaisar Romawi Konstantin mengundang para pendeta dari berbagai penjuru untuk berkumpul di Nicea (Italia) dalam sebuah kongres. Kongres ini bertujuan untuk menentukan ajaran mana yang akan dipegang dan dipertahankan. Apakah tauhid atau trinitas. Setelah lama bersidang, di antara 2.048 pendeta yang hadir, 318 pendeta sepakat menerima ajaran Paulus (trinitas) dan 1.730 lainnya tetap berpegang pada ajaran Tauhid ’Isa. Dengan demikian, seharusnya tauhid-lah ajaran yang diakui dan dipegang. Namun karena Konstantin sendiri adalah penganut paganisme, maka tak heran, meskipun harus bertentangan dengan keputusan kongres, Konstantin men-dekrit-kan ke seluruh dunia Kristen bahwa trinitas-lah yang harus dipegang. Inilah tragedi dalam kepercayaan Nasrani yang amat menyedihkan. Sejak keputusan itu, tokoh-tokoh Kristen yang masih mempertahankan ajaran unitarian ditangkap, disiksa, dibunuh karena dianggap golongan sesat. Ketika Rasulullah datang dan menyatakan diri sebagai utusan Allah, yang meneruskan misi Nabi Musa dan ’Isa, mereka memeluk Islam secara massal. Di antaranya adalah raja Habasyah/Ethiopia dan rakyatnya. Dalam masa pasca kongres Nicea itu pula, ditetapkan : 1. Hari kelahiran Dewa Matahari dijadikan hari sabat Kristen, yaitu hari Minggu. 2. Tanggal kelahiran anak Dewa Matahari, 25 Desember, dijadikan hari kelahiran Yesus. 3. Lambang Dewa Matahari, silang cahaya (salib), menjadi lambang Kristen. Padahal aslinya, tidak ada yang tahu pasti kapan Yesus lahir. Demikianlah, aqidah Kristen ini dibangun. Atas dasar imajinasi dan doktrin yang terus menerus dihembuskan kepada para pengikutnya. Karena tanpa itu, akan mudah sekali meragukan kebenaran ajaran Kristen lalu keluar dari Kristen, mengingat sejarah lahirnya Kristen yang suram, sesuram masa depannya. Allah SWT, berfirman : ”Sesungguhnya kamu akan menjumpai orang-orang yang paling memusuhi orang-orang yang beriman, yaitu Yahudi dan orang-orang musyrik (trinitianisme, paganisme, dan serupanya). Dan sesungguhnya kamu akan menjumpai orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman yaitu orang yang berkata : ”Kami adalah orang-orang Nasrani”. Yang demikian itu, disebabkan di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) mereka tidak menyombongkan diri. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al-Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab mereka sendiri) seraya berkata : ”Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Muhammad)”.” (Q.S Al-Maidah : 82-83) Demikian resume sederhana terhadap buku yang luar biasa ini. Masih banyak ilmu yang terkandung dalam buku tersebut jika kita membacanya sendiri dengan penuh perhatian. Semoga buku ini menjadi amal sholeh bagi penulisnya, dan penambah timbangan amal baik bagi penulis dan pembacanya. Semoga dengan ini akan membuka cakrawala berpikir bagi orang-orang yang mau berpikir tentang kebenaran Islam.
MANTAN PENDETA ROMA MENJADI AHLUS SUNNAH
Oleh : Syaikh Amjad bin Imron Salhub
Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat serta salam tetap terlimpahkan atas Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya, serta siapa saja yang mengikuti sunnahnya dan menjadikan ajarannya sebagai petunjuk sampai hari kiamat.
Sejarah Islam, baik yang dulu maupun sekarang senantiasa menceritakan kepada kita, contoh-contoh indah dari orang-orang yang mendapatkan petunjuk, mereka memiliki semangat yang begitu tinggi dalam mencari agama yang benar. Untuk itulah, mereka mencurahkan segenap jiwa dan mengorbankan milik mereka yang berharga, sehingga mereka dijadikan permisalan, dan sebagai bukti bagi Allah atas makhluk-Nya.
Sesungguhnya siapa saja yang bersegera mencari kebenaran, berlandaskan keikhlasan karena Allah Ta’aala, pasti Dia ‘Azza Wa Jalla akan menunjukinya kepada kebenaran tersebut, dan akan dianugerahkan kepadanya nikmat terbesar di alam nyata ini, yaitu kenikmatan Islam. Semoga Allah merahmati syaikh kami al-Albani yang sering mengulang-ngulangi perkataan:
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى نِعْمَةِ اْلإِسْلاَمِ وَالسُنَّةِ
Segala puji bagi Allah atas nikmat Islam dan as-Sunnah
Diantara kalimat mutiara ulama salaf adalah:
إِنَّ مِنْ نِعْمَةِ اللهِ عَلَى اْلأَعْجَمِيِّ وَ الشَابِ إِذَا نَسَكَ أَنْ يُوَافِيَ صَاحِبَ سُنَّةٍ فَيَحْمِلَهُ عَلَيْهَا
Sesungguhnya diantara nikmat Allah atas orang ‘ajam dan pemuda adalah, ketika dia beribadah bertemu dengan pengibar sunnah, kemudian dia membimbingnya kepada sunnah Rasulullah.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya
Inilah kalimat tauhid, kalimat yang baik, kunci surga. Kalimat inilah stasiun pertama dari jalan panjang yang penuh dengan onak dan duri, kalimat taqwa bukanlah kalimat yang mudah bagi seorang insan yang ingin menggerakkan lisannya untuk mengucapkannya, demikian juga ketika dia ingin mengeluarkannya dari hatinya yang paling dalam. Karena, ketika seorang insan ingin mengeluarkannya dari hatinya yang paling dalam, maka dia harus mengetahui terlebih dahulu, bahwa kalimat itu keluar dengan seizin Allah Ta’aala.
Demikianlah yang dialami oleh Ibrahim (dulu bernama Danial) -semoga Allah memeliharanya, meluruskannya diatas jalan keistiqomahan, serta menutup lembaran hidupnya diatas Islam-.
Inilah dia yang akan menceritakan kepada kita, bagaimana dia meninggalkan agama kaumnya (Nashrani) menuju Islam, dan bagaimana dia telah mengorbankan kekayaan ayahnya serta kemewahan hidupnya, di suatu jalan (hakekat terbesar), demi mencari kebebasan akal dan jiwa.
Ibrahim (dulu bernama Danial) -semoga Allah memeliharanya, dan mengokohkannya diatas jalan keistiqomahan- menceritakan:
Saya adalah seorang lelaki dari keluarga Roma, seorang anak dari keluarga kaya, semasa kecil, saya hidup dengan kemewahan dan kemakmuran. Demikianlah, kulalui masa kecilku. Ketika masa remajapun, saya banyak menghabiskan waktu dengan kemewahan bersama teman-temanku, ketika itu saya memiliki sebuah mobil mewah dan uang, sehingga saya bisa memiliki segala sesuatu dan tidak pernah kekurangan.
Akan tetapi sejak kecil, saya senantiasa merasa bahwa dalam kehidupan ini ada yang kurang, dan saya yakin bahwa ada sesuatu yang salah di dalam hidupku, serta suatu kekosongan yang harus kupenuhi, karena semua sarana kehidupan ini bukanlah tujuanku. Saya mulai tertarik dengan agama, dan mulailah kubaca Injil, pergi ke gereja, serta kusibukkan diriku dengan membaca buku-buku agama Kristen. Dari buku-buku yang kubaca tersebut, mulai kudapatkan sebagian jawaban atas berbagai pertanyaanku, akan tetapi tetap saja belum sempurna.
Dahulu saya bangun pagi setiap hari dan pergi ke pantai, saya merenungi laut sambil membaca buku-buku dan shalat. Setelah dua bulan dari permulaan hidupku ini, saya merasa mantap bahwa saya tidak mampu terus menerus menjalani hidupku seperti biasanya setelah beragama, ketika itu, saya mendatangi ayahku dan kukabarkan kepadanya bahwa saya tidak bisa melanjutkan bekerja dengannya, saya juga pergi mendatangi ibu dan saudari-saudariku dan kukabarkan kepada mereka bahwa saya telah mengambil keputusan untuk meninggalkan mereka.
Kemudian kusiapkan tasku lalu naik kereta tanpa kuketahui ke mana saya hendak pergi, hingga saya tiba di kota Polon, kemudian saya masuk ke ad-dir (Istilah untuk gereja yang terpencil dipedalaman. – pent.) disana, lalu naik gunung yang tinggi. Saya menetap di gunung selama kira-kira sebulan, saya tidak berbicara dengan siapapun, saya hanya membaca dan beribadah.
Sekitar tiga tahun, saya senantiasa berpindah-pindah dari satu ad-dir ke ad-dir yang lain, saya membaca dan beribadah, kebalikannya para pendeta yang tidak bisa meninggalkan ad-dir mereka, karena saya tidak pernah memberikan janji untuk menjadi seorang pendeta di suatu ad-dir tertentu, dan janji tersebut akan menghalangiku untuk keluar masuk darinya.
Setelah itu, saya memutuskan untuk berkeliling ke pelbagai negeri, maka saya memulai perjalanan panjangku dari Italia melalui Slovania, Hungaria, Nimsa, Romania, Bulgaria, Turki, Iran, Pakistan, dari sana menuju India. Semua perjalanan ini saya tempuh melalui jalur darat. Saya mendengar suara adzan di Turki, dan saya sudah pernah mendengarnya di Kairo (Mesir) pada perjalananku sebelumnya, akan tetapi kali ini sangat berkesan, sehingga saya mencintainya.
Dalam perjalanan pulang, saya bertemu dengan seorang muslim Syi’ah di perbatasan Iran dan Pakistan, dia dan temannya menjamuku dan mulai menjelaskan kepadaku tentang Islam versi Syi’ah, keduanya menyebutkan Imam Duabelas dan mereka tidak menjelaskan kepadaku tentang Islam dengan sebenarnya, bahkan mereka menfokuskan pada ajaran Syi’ah dan Imam Ali z, serta tentang penantian mereka terhadap seorang Imam yang ikhlas, yang akan datang untuk membebaskan manusia.
Semua diskusi tesebut sama sekali tidak menarik perhatianku, dan saya belum mendapatkan jawaban atas berbagai pertanyaanku dalam rangka mencari hakekat kebenaran. Orang Syi’ah itu menawarkan kepadaku untuk mempelajari Islam di kota Qum, Iran, selama tiga bulan tanpa dipungut biaya, akan tetapi saya memilih untuk melanjutkan perjalananku dan kutinggalkan mereka.
Kemudian saya menuju India, dan ketika saya turun dari kereta, pertama yang kulihat adalah manusia yang membawa kendi-kendi di pagi hari sekali dengan berlari-lari kecil menuju ke dalam kota, maka kuikuti mereka dan saya melihat mereka berthowaf mengelilingi sapi betina yang terbuat dari emas, ketika itu saya sadar bahwa India bukanlah tempat yang kucari.
Setelah itu, saya kembali ke Italia dan dirawat di rumah sakit selama sebulan penuh, hampir saja saya meninggal dikarenakan penyakit yang saya derita ketika di India, akan tetapi Allah telah menyelamatkanku. Alhamdulillah.
Saya keluar dari rumah sakit menuju rumah, dan mulailah saya berfikir tentang langkah-langkah yang akan saya ambil setelah perjalanan panjang ini, maka saya memutuskan untuk terus dalam jalanku mencari hakekat kebenaran. Saya kembali ke ad-dir dan mulailah kujalani kehidupan seorang pendeta di sebuah ad-dir di Roma. Pada waktu itu saya telah diminta oleh para pembesar pendeta disana untuk memberikan kalimat dan janji. Pada malam itu, saya berfikir panjang, dan keesokan harinya saya memutuskan untuk tidak memberikan janji kepada mereka lalu kutinggalkan ad-dir tersebut.
Saya merasa ada sesuatu yang mendorongku untuk keluar dari ad-dir, setelah itu saya menuju al-Quds karena saya beriman akan kesuciannya. Maka mulailah saya berpergian menuju al-Quds melalui jalur darat melewati berbagai negeri, sampai akhirnya saya tiba di Siria, Lebanon, Oman, dan al-Quds, saya tinggal disana seminggu, kemudian saya kembali ke Italia, maka bertambahlah pertanyaan-pertanyaanku, saya kembali ke rumah lalu kubuka Injil.
Pada kesempatan ini, saya merasa berkewajiban untuk membaca Injil dari permulaannya, maka saya memulai dari Taurat, menelusuri kisah-kisah para nabi bani Israel. Pada tahap ini mulai nampak jelas di dalam diriku makna-makna kerasulan hakiki yang Allah mengutus kepadanya, mulailah saya merasakannya, sehingga muncullah berbagai pertanyaan yang belum saya dapatkan jawabannya, saya berusaha menemukan jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut dari perpustakaanku yang penuh dengan buku-buku tentang Injil dan Taurat.
Pada saat itu, saya teringat suara adzan yang pernah kudengar ketika berkeliling ke berbagai negeri serta pengetahuanku bahwa kaum muslimin beriman terhadap Tuhan yang satu, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Dia. Dan inilah yang dulu saya yakini, maka saya berkomitmen : Saya harus berkenalan dengan Islam, kemudian mulailah kukumpulkan buku-buku tentang Islam, diantara yang saya miliki adalah terjemahan al-Qur’an dalam bahasa Italia, yang pernah saya beli ketika berkeliling ke berbagai negeri.
Setelah kutelaah buku-buku tersebut, saya berkesimpulan bahwa Islam tidak seperti yang dipahami oleh mayoritas orang-orang barat, yaitu sebagai agama pembunuh, perampok dan teroris akan tetapi yang saya dapati adalah Islam itu agama kasih sayang dan petunjuk, serta sangat dekat dengan makna hakiki dari Taurat dan Injil.
Kemudian saya putuskan untuk kembali ke al-Quds, karena saya yakin bahwa al-Quds adalah tempat turunnya kerasulan terdahulu, akan tetapi kali ini saya menaiki pesawat terbang dari Italia menuju al-Quds. Saya turun di tempat turunnya para pendeta dan peziarah dibawah panduan hause bus Armenia di daerah negeri kuno. Di dalam tasku, saya tidak membawa sesuatu kecuali sedikit pakaian, terjemahan al-Qur’an, Injil dan Taurat. Kemudian saya mulai membaca lebih banyak lagi dan lebih banyak lagi, saya membandingkan kandungan al-Qur’an dengan isi Taurat dan Injil, sehingga saya berkesimpulan bahwa kandungan al-Qur’an sangat dekat dengan ajaran Musa dan Isa ‘alaihimassalaam yang asli.
Selanjutnya saya mulai berdialog dengan kaum muslimin untuk menanyakan kepada mereka tentang Islam, sampai akhirnya saya bertemu dengan sahabatku yang mulia Wasiim Hujair, kami berbincang-bincang tentang Islam. Saya juga banyak bertemu dengan teman-teman, mereka menjelaskan kepada saya tentang Islam. Setelah itu, saudara Wasiim mengatakan kepadaku bahwa dia akan mengadakan suatu pertemuan antara saya dengan salah seorang dari teman-temannya para da’i.
Pertemuan itu berlangsung dengan saudara yang mulia Amjad Salhub, kemudian terjadilah perbincangan yang bagus tentang agama Islam. Diantara perkara yang paling mempengaruhiku adalah kisah sabahat yang mulia, Salman al-Farisi z, karena di dalamnya ada kemiripan dengan ceritaku tentang pencarian hakekat kebenaran.
Kami berkumpul lagi dalam pertemuan yang lain dengan saudara Amjad beserta teman-temannya, diantaranya fadhilatusy Syaikh Hisyam al-‘Arif –hafidhohulloh-, maka berlangsunglah dialog tentang Islam dan keagungannya, kebetulan ketika itu saya memiliki beberapa pertanyaan yang kemudian dijawab oleh Syaikh.
Setelah itu, saya terus menerus berkomunikasi dengan saudara Amjad yang dengan sabar menjelaskan jawaban atas mayoritas pertanyaan-pertanyaanku. Pada saat seperti itu di depan saya ada dua pilihan, antara saya mengikuti kebenaran atau menolaknya, dan saya sama sekali tidak sanggup menolak kebenaran tersebut setelah saya meyakini bahwa Islam adalah jalan yang benar.
Pada saat itu juga, saya merasakan bahwa waktu untuk mengucapkan kalimat tauhid dan syahadat telah tiba. Ternyata tiba-tiba saudara Amjad mendatangiku bertepatan dengan waktu dikumandangkannya adzan untuk shalat dhuhur. Waktu itu benar-benar telah tiba, sehingga tiada pilihan bagiku kecuali saya mengucapkan :
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya
Maka serta merta saudara Amjad memelukku dengan pelukan yang ramah, seraya memberikan ucapan selamat atas keIslamanku, kemudian kami sujud syukur sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah atas anugerah nikmat ini. Kemudian saya diminta mandi ([1] Sebagaimana hadits Qoish bin ‘Ashim, Ketika beliau masuk Islam, Rasulullah memerintahkannya untuk mandi dengan air yang dicampur bidara. (HR. An-Nasai, at-Turmudzi dan Abu Daud. Dishohihkan oleh al-Albani dalam al-Irwaa’ (128).)) dan berangkat ke al-Masjid al-Aqsho untuk menunaikan shalat dhuhur,
Di tempat tersebut setelah shalat, saya menemui jamaah shalat dengan syahadat, yaitu persaksian kebenaran dan tauhid yang telah Allah anugerahkan kepadaku. Setelah saya mengetahui bahwa siapa saja yang masuk Islam wajib baginya berkhitan, maka segala puji dan anugerah milik Allah, saya tunaikan kewajiban berkhitan tersebut sebagai bentuk meneladani bapaknya para nabi, yaitu Ibrahim q yang melakukan khitan pada usia 80 tahun (Sebagaimana Rasulullah n bersabda : Ibrahim berkhitan ketika umur 80 tahun dengan “al-Qoduum” (nama alat atau tempat).( HR. Al-Bukhori (3356) dan Muslim (2370).)).
Itulah diriku, saya telah memulai hidup baru dibawah naungan agama kebenaran, agama yang penuh dengan kasih sayang dan cahaya. Saya senantiasa menuntut ilmu agama dari kitab Allah Ta’aala dan sunnah Rasulullah n sesuai dengan manhaj salaf (pendahulu) umat ini, dari kalangan para sahabat g beserta siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat.
Segala puji bagi Allah atas anugerah Islam dan as-Sunnah.
Dialihbahasakan oleh Abu Zahro Imam Wahyudi Lc. dari majalah ad-Da’wah as-Salafiyah-Palestina edisi perdana, Muharram 1427 H halaman: 21-24.
Tulisan ini dikirim pada pada Selasa, Mei 13th, 2008 12:29 am dan di isikan dibawah Kisah Nyata.
Saat Mantan Pendeta dan Biarawati masuk Islam
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه و من ولاه
Segala puji hanya untuk Allah, Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga tercurah bagi Muhammad Rasulillah, para sahabat dan pengikutnya.
Ada satu sisi yang tidak terlepas dari pembicaraan tentang Yahudi dan Nashrani: para da’i mereka yang disebut pendeta, pastor, rahib dan biarawati. Yang cukup menjadi fenomena dalam satu-dua dekade terakhir, munculnya du’at (jamak dari da’i) yang menyerukan dakwah Islam, yang dulunya seorang pendeta, pastor, rahib atau biarawati. Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah, tidak sedikit ummat Yahudi dan Nashrani yang kemudian memeluk Islam, dengan perantaraan dakwah mereka. Sebut saja Yusuf Estes yang mantan penginjil dan ribuan orang Nashrani masuk Islam di bawah bimbingannya.
Namun di sisi lain, tidak sedikit pula yang dengan dakwahnya justru menjadikan ummat Islam terjatuh dalam kesalahan dan penyimpangan –semoga Allah menunjuki mereka dan kita semua–, baik dalam masalah fiqih, adab dan lainnya, maupun dalam masalah aqidah yang berbahaya. Dakwah sebagian da’i mantan pendeta dan biarawati tersebut masih tercampur dengan ajaran kitab-kitab mereka yang sudah dirusak lafazh dan maknanya oleh para paus, pendeta atau pastor pendahulu mereka.
Pada satu kesempatan ceramah subuh Ramadhan 1431 H yang lalu, seorang mantan pendeta –semoga Allah selalu menetapkan hati kami dan hatinya pada Islam– berceramah di satu masjid di kota kami. Kebetulan kala itu kami sedang beri’tikaf disana sehingga dapat mendengar suaranya. Mengawali ceramahnya, beliau memperkenalkan diri. Kami tidak ingat pasti namanya sebelum masuk Islam, mungkin Markus, Petrus dan semacamnya yang identik dengan nama seorang Nashrani. Adapun nama pasca Islamnya adalah Ali. Beliau mengatakan, “Kenapa saya memilih nama “’Ali”? Karena saya terinspirasi oleh dua Ali dalam sejarah Islam. Ali yang pertama merupakan sepupu Nabi, yang ketika kecil menggantikan Nabi di atas ranjangnya, setelah diketahui terjadi percobaan pembunuhan terhadap Beliau oleh kaum kafir Quraisy di malam hari. Adapun Ali yang satu lagi adalah yang menjadi menantu Nabi.”
Antara perasaan kaget dan heran, kami malah menjadi khawatir dengan isi ceramah beliau. Bagaimana tidak, kedua orang Ali yang beliau sebut sebagai inspirasi namanya, sebenarnya adalah orang yang sama. Ya, hanya satu Ali. Kisah tentang sahabat Ali radhiyallahu ‘anhu sebenarnya sudah masyhur di kalangan kaum muslimin.
Berikutnya, kala bercerita bahwa beliau belum lama masuk Islam, dan terdengar masih kesulitan melafazhkan ayat Al-Qur’an, kami berkesimpulan bahwa beliau masih harus belajar Islam dari dasar dan belum saatnya mengajar.
Cerita lain, kita pernah menemukan buku di awal tahun 2000-an, yang ditulis oleh seorang mantan biarawati –semoga Allah selalu menetapkan hati kami dan hatinya pada Islam–. Di dalamnya dia mengatakan (secara makna), “Hendaknya kita menghapuskan keyakinan di dalam Islam bahwa Isa ‘alaihis salam akan turun di akhir zaman, karena itu hanya akan membenarkan keyakinan orang Nashrani.” Ya, sebagaimana yang kita ketahui, orang Nashrani memang meyakini Yesus (Isa) akan turun di akhir zaman.
Akan tetapi, pernyataan tersebut tidaklah benar dan menyimpang dari aqidah Islam yang lurus. Jika dalam ajaran agama Nashrani -yang telah disimpangkan oleh para rahib terdahulu mereka- Isa akan turun sebagai Tuhan atau anak tuhan untuk menghapuskan dosa-dosa, maka dalam aqidah Islam Isa akan turun tetap dengan status seorang manusia biasa sekaligus seorang Nabi, dan bertugas bersama Imam Mahdi dalam memerangi Dajjal, menghancurkan salib, membunuh babi dan menghapus jizyah (upeti), menghilangkan agama selain Islam dan memberantas Ya’juj dan Ma’juj, dengan pertolongan Allah ‘azza wa jalla[i].
Keyakinan tentang Isa ‘alaihis salam dalam Islam di atas telah tsabit dari Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak boleh dihilangkan, karena merupakan bagian dari iman kepada hari kiamat. Penyimpangan dalam masalah iman (aqidah) berpotensi membuat seseorang keluar (murtad) dari agama yang mulia ini. Pun keyakinan tersebut tidak sama bahkan jauh sejauh-jauhnya dari keyakinan Nashrani. Bagi ummat Islam Isa adalah Nabi, sementara Nashrani meyakini mereka sebagai Tuhan. Jika dalam Islam dosa akan menjadi faktor penentu apakah seseorang masuk surga atau neraka, maka bagi Nashrani dosa-dosa akan dihapuskan oleh Isa manakala ia turun di akhir zaman. Seakan-akan bisa dikatakan, berdosalah semaumu, Isa nanti yang akan menghapusnya.
Pembaca yang dirahmati Allah,
Kedua cerita di atas adalah contoh sisi lain dari fenomena dakwah mantan Yahudi pun Nashrani. Mereka mengisi kajian Islam dari masjid ke masjid, majelis ke majelis. Memang tidak ada yang salah dalam aktivitas dakwah. Bahkan Allah berfirman:
ومن أحسن قولا ممن دعا إلى الله وعمل صالحا وقال إنني من المسلمين
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” [ii]
Namun yang kami sayangkan, sebagian dari da’i mantan Yahudi atau Nashrani ini belum lama masuk Islam dan belum banyak membekali diri mereka dengan ilmu-ilmu Islam dasar seperti ilmu aqidah, fiqh, akhlaq dan adab, yang tentu akan mereka butuhkan dalam dakwah[iii]. Tidak sedikit dari mereka yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan benar dan kebanyakan dari mereka belum mempelajari bahasa Arab yang akan dibutuhkan untuk menafsirkan ayat Al-Qur’an maupun hadits.
Sementara telah menjadi ajaran Nabi dan para pendahulu kita yang shalih, untuk belajar dahulu sebelum mengajar, berilmu dahulu sebelum berkata dan beramal[iv]. Pun orang Arab mengatakan,
فاقد الشيئ لا يعطيه
“Orang yang tidak punya sesuatu tidak akan bisa memberikan sesuatu”
Orang yang tidak memiliki ilmu agama, tidak akan dapat memberikannya kepada orang lain.
Ikhwah yang dirahmati Allah,
Tidaklah kami bermaksud untuk membatasi dan tidak menghargai jerih payah dari sebagian mantan du’at Yahudi dan Nashrani tersebut dalam dakwah Islamiyyah. (Bisa jadi) tidak mengapa bagi sebagian mantan pendeta atau biarawati berdakwah di kalangan tertentu, seperti di keluarga mereka yang belum masuk Islam, maupun daerah tertentu, seperti daerah yang rawan pemurtadan, dalam rangka mengajak mereka masuk Islam.
Namun, kami tetap men-tasyji’ (menyemangati) mereka yang baru masuk agama ini, dan ingin berkontribusi dalam penyebaran agama Islam, untuk sebelum terjun dalam dakwah terlebih dahulu sekuat tenaga mempelajari dan mengamalkannya apa yang hendak mereka dakwahkan. Tentunya mereka harus dibimbing oleh orang-orang yang mumpuni dalam Islam, agar dapat mempelajarinya lebih mendalam dan menyeluruh.
Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan introspeksi bagi kita semua umat Islam untuk bisa menyaring sumber-sumber ilmu mereka, serta mencambuk para muslim baru untuk menimba ilmu syar’i yang pasti mereka butuhkan, untuk bisa ikut berpartisipasi dalam dakwah.
Riyadh, Ahad, 25 Muharram 1434 H (9 Desember 2012)
Dari artikel 'Saat Mantan Pendeta dan Biarawati Menjadi Da’i — Muslim.Or.Id'
Irena Handono: Paus Benedictus XVI Akui 25 Desember Bukan Hari Natal
Jakarta (SI ONLINE)- Kabar mengejutkan justru datang dari Pusat Pemerintahan Katolik Dunia, Vatican. Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Roma, Paus Benedictus XIV mengakui, hari kelahiran Yesus Kristus (Nabi Isa AS) atau Hari Natal bukan tanggal 25 Desember sebagaimana yang selama ini diperingati umat Kristen di seluruh dunia.
Namun Paus sendiri juga tidak mengetahui kapan tepatnya hari kelahiran Nabi Isa AS yang difitnah dan dijadikan sebagai anak Tuhan itu. Padahal dalam Islam, Nabi Isa AS adalah Nabi dan Rasul yang mengajarkan ajaran Tauhid bukan ajaran Trinitas yang penuh dengan kepalsuan dan kebohongan tersebut.
“Paus Benedictus XVI sendiri mengakui Hari Natal (tanggal kelahiran Yesus) bukan tanggal 25 Desember, sehingga Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember,” ungkap Kristolog Hj Irena Handono dalam diskusi mengenai Kristologi di Kantor Pusat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jakarta, Selasa (22/1). Diskusi dibuka Wakil Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-Indonesia (BKsPPI), KH Cholil Ridwan Lc.
Direktur Irena Center yang mengaku pernah berkunjung ke Vatican itu menyebutkan bukti pernyataan Paus itu tertuang dalam buku: “Jesus of Nazareth: The Infancy Narratives”, yang dirilis pada 25 November 2012 lalu di Vatican. Dengan demikian, kalau selama ini umat Kristen merayakan Natal pada 25 Desember, berarti salah besar.
Di kalangan para pemimpin Kristen sendiri sebenarnya terjadi keragu-raguan. Sebab ternyata penetapan Hari Natal 25 Desember merupakan kesepakatan para pemimpin Gereja waktu itu, karena mereka sendiri tidak mengetahui kapan kelahiran Yesus (Nabi Isa AS) tersebut.
“Bahkan mereka juga berbeda pendapat, dimana Yesus dilahirkan, apakah di kandang domba, goa ataukah dibawah pohon cemara sebagaimana dilambangkan dengan pohon Natal selama ini,” ujar Hj Irena Handono.
Kelahiran Nabi Isa AS
Menurut Hj Irena Handono, Kitab Suci Al Qur’an telah menerangkan dengan sangat tepat dan benar akan kelahiran Nabi Isa AS, seperti yang dijelaskan pada Surat Maryam (19) ayat 23, 24 dan 25.
“Maka tatkala rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma. Dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.(23). Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. (24). Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” (25).
Dengan keterangan Al Qur’an yang pasti benar ini, maka tertolaklah semua argumen umat Kristen tentang Hari Natal, dimana dikatkan Yesus lahir pada 25 Desember di Betlehem pada musim salju. Padahal pada musim dingin, pohon kurna jelas tidak mungkin berbuah, dan hanya akan berbuah pada musim panas yang terjadi antara akhir Juni sampai akhir September.
Didalam Al Qur’an juga disebutkan Siti Maryam (Ibu Nabi Isa AS), ketika akan melahirkan bersandar di pangkal pohon kurma dan dibawahnya ada sungai yang mengalir. Hal itu menunjukkan kelahiran Nabi Isa AS bukan pada musim dingin karena sungainya tidak beku.
Demikian pula kalau selama ini ada anggapan Nabi Isa AS lahir dibawah pohon cemara, jelas suatu kebohongan besar. Sebab pohon cemara tidak mungkin hidup di Yerusalem. Al Qur’an telah menyebutkan Nabi Isa AS lahir dibawah pohon kurma, bukan cemara.
“Jadi yang benar adalah Yesus lahir dibawah pohon kurma pada musim panas, bukan lahir dibawah pohon cemara atau kandang domba atau goa. Yesus lahir bukan pada musim dingin sebagaimana selama ini diperingati sebagai hari Natal, tetapi pada musim panas di Yerusalem,” tegas mantan biarawati yang telah menghasilkan banyak buku mengenai Kristologi tersebut. (*)
Felix Siauw : Curhatan Hati Seorang Muslim Cina Indonesia
Nama saya Felix Y. Siauw, kelahiran Palembang 26 tahun yang lalu, dan setidaknya dalam jangka waktu yang lebih dari ¼ abad itu saya sudah merasakan banyak sekali kesulitan dan kebahagiaan hidup. Setidaknya ada 4 momen paling bahagia bagi saya, yaitu tahun 2002 ketika saya memutuskan untuk mengganti keyakinan dengan mengakui Allah swt, sebagai satu-satunya Tuhan dan sesembahan.
Tahun 2006 ketika saya menikahi seorang muslimah yang kelak memberikan saya 2 momen bahagia lagi; kelahiran Alila Shaffiya asy-Syarifah pada tahun 2008 dan Shifr Muhammad al-Fatih 1453 pada tahun 2010.
Dari nama yang saya publish, sebagian besar pasti memahami bahwasanya saya tergolong etnis Cina. Dan inilah salah satu sebab kenapa saya menulis tulisan ini, disamping alasan utamanya adalah karena kewajiban mendakwahkan Islam dan pemikiran-pemikirannya ke seluruh dunia.
Ini adalah sebuah curahan hati dan aduan serta penjelasan dari seorang Ayah, Muslim-“Cina”. Walaupun banyak kasus lain yang saya alami berkaitan dengan ide bid’ah nasionalisme yang diwariskan Belanda dan Barat, saya akan sedikit memfokuskan pada satu kisah yang baru saja saya alami.
Berawal ketika Istri saya yang melahirkan anak keduanya di RS. Budi Kemuliaan Jakarta Pusat, setelah itu seperti biasa, atas nama pribadi ada beberapa karyawan yang menawarkan jasa pembuatan akte kelahiran putra saya. Dan kami pun menyambut baik tawaran yang dibandrol dengan harga Rp. 100.000. Tak berapa lama, setelah karyawan tadi melihat fisik saya, lalu dia bertanya pada istri:
“Bu, bapaknya muslim bukan? keturunan ya?”
“Muslim kok, emang kenapa mbak?” Jawab istri saya santai,
“Nikahnya pake cara Islam kan?, karena kalo nikahnya beda agama susah ngurusnya bu, dan beda juga biayanya..”
“Ya Islam lah, bedanya apa mbak”, sedikit terintimidasi, Istri saya tetap berusaha santai
“Kalo pribumi 100.000 kalo keturunan 250.000”
Setelah memberitahu saya perihal percakapan ini, dengan agak kesal saya pun mencoba membuktikan perkataan istri saya tadi. Ternyata benar, ada diskriminasi kepengurusan akte kelahiran, dan dokumen yang diperlukan pun lebih daripada yang biasanya.
Walau saya desak dengan berbagai dalil, termasuk dengan dalil bahwa penghapusan istilah WNI Keturunan sudah dilakukan, tetap saja tidak ada penjelasan yang memadai kepada saya. Bertambah kekesalan saya, maka saya memutuskan untuk mengurus sendiri akte kelahiran anak kedua saya. Bukan masalah uang, ini masalah ide kufur yang tidak perlu diberikan ruang toleransi.
Langkah pertama adalah melakukan browsing ke Internet ke alamat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil; http://www.kependudukancapil.go.id, dan di situ saya mendapatkan informasi bahwa pembuatan akte kelahiran biayanya gratis s/d Rp. 5000.
Dan syaratnya: Surat Keterangan Lahir, KK, KTP Orangtua, dan Surat Pengantar RT/RW yang dilegalkan Kelurahan. Ternyata setelah saya datang pada hari Rabu, 07 Juli 2010, petugas malah meminta akte kelahiran untuk dikonfirmasi apakah saya warga keturunan atau bukan. Dan sekali lagi saya katakan bahwa urusan keturunan sudah tidak ada, semua yang dilahirkan di tanah Indonesia adalah WNI.
Dan setelah itu akhirnya saya tetap diminta membayar Rp. 70.000, sebelum membayar saya menanyakan bukti pembayarannya, sedikit gagap petugas menyatakan bahwa lembar bukti penyerahan dokumen sudah dianggap menjadi bukti pembayaran (nanti coba kita liat ya). Dan yang paling menyakitkan, ditulis lagi dalam keterangan permintaan akte kelahiran bahwa anak saya termasuk Stbld. 1917.
Lalu dengan serius saya tanyakan: “Masih berlaku tuh stbld?”
“Oh masih pak, semuanya harus ditulis begitu”
“Oh gitu, kirain jaman belanda aja pake stbld!” sindiran dari saya yang tampaknya tidak dipahami petugas bersangkutan.
Ok, cukup cerita pendahuluan saya, sekarang kita masuk ke pokok pembahasan.
1. Inilah budaya pegawai negeri Indonesia yang jauh dari kesan profesional dan korup, birokrasi yang terbiasa tidak jujur dan selalu mencari kesempatan atas minimnya data yang mereka beri kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Sehingga seolah-olah masyarakat yang harus membayar mereka karena pelayanan itu, padahal pelayanan mereka sudah dibayar oleh negara.
Sampai setelah saya membayar Rp. 70.000 itu, saya tidak mengetahui kemana uang ini dialokasikan, dan parahnya yang menerima uang ini adalah muslim. Saya terima kalau yang melakukan korupsi ini bila bukan muslim, tapi pelakunya sekali lagi adalah muslim, yang seharusnya menjadi pekerja yang paling jujur karena aqidahnya memerintahkan begitu
2. Budaya rasialis dan nasionalisme kampungan rupanya masih menjadi mental ummat Islam saat ini. Mereka membedakan antara pribumi dan keturunan. Tanpa mereka ketahui bahwa cara ini adalah strategi utama belanda dalam melakukan politik divide et impera dan menghancurkan sendi ekonomi dan masyarakat.
Politik rasialis ini dimulai ketika VOC dan Pemerintah Belanda membagi kelompok masyarakat menjadi Inlander (pribumi) dan Vreemde Oosterlinge (Orang Timur Asing, termasuk Cina, Arab dan India), lalu memberikan akses ekonomi kepada Vreemde Oosterlinge terutama orang Cina sehingga pecahlah permusuhan dan kebencian antara Inlander dan Vreemde Oosterlinge (lihat Buku Api Sejarah, Ahmad Mansur Suryanegara).
Politik rasialis ini bahkan dimulai semenjak awal pencatatan akta kelahiran dengan membedakan antara Inlander dan Vreemde Oosterlinge, antara agama penjajah Belanda Kristen dan Katolik serta Islam. Lihat saja akte kelahiran Anda yang muslim pribumi akan mendapatkan kode Stbld. 1920, sedangakan yang nasrani pribumi mendapatkan kode Stbld. 1933, warga keturunan dari timur (Cina, Arab, India, dan lainnya) dengan Stbld. 1917. Akta kelahiran inilah yang menjadi dasar dalam perbedaan perilaku penjajah Belanda dalam masalah pendidikan, pekerjaan dan status sosial.
Sayangnya (baca: bodohnya), pemerintah Indonesia justru mengadopsi Stbld. (Staatsblad, artinya Peraturan Pemerintah Belanda) menjadi aturan dalam pencatatan kelahiran yang otomatis dari awal sudah membedakan membuat rasial penduduknya berdasarkan cara penjajah Belanda membedakannya.
Jadi ketahuan sekali bahwa negara kita secara hukum dan ekonomi masih terjajah dan samasekali belum merdeka. Nah, wajar kan kalau kita liat konflik horizontal maupun vertikal atas nama etnis masih terjadi di negeri ini? karena memang dari awal pemerintah Indonesia sudah meniatkannya. Membebek penjajah Belanda. Dan hampir sebagian besar hukum kita adalah adopsi Belanda.
Belum puas rupanya dijajah 350 tahun?!
Inilah ikatan-ikatan yang merusak dan terbukti menimbulkan perpecahan dan konflik yang tak berkesudahan. Ikatan yang muncul dari pemikiran yang dangkal dan sempit. Ikatan etnisitas, kekauman dan juga termasuk ikatan nasionalisme kampungan. Ikatan inilah yang menyebabkan muslim Indonesia tidak memperdulikan muslim Palestina hanya karena dibatasi oleh garis-garis khayal batas negara.
Ikatan ini juga yang memenangkan penjajah Belanda ketika membelah ummat Islam Indonesia atas nama etnis. Dan ikatan ini pula yang menyebabkan Arab Saudi, Yordan, Turki, Mesir, Irak, Iran dan semua negara muslim saat ini terpecah belah padahal dahulunya mereka adalah satu kekuatan. Inilah sebuah ikatan palsu yang harus dimusnahkan: fanatisme golongan, bangsa dan semacamnya yang kita kenal dengan kata ashabiyah.
Padahal Rasulullah dengan sangat jelas telah mewanti-wanti agar kita jangan membedakan diri berdasarkan sesuatu yang tidak pernah dipilih manusia atau bagian dari qadar Allah.
Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada wajah kalian dan tidak pula kepada bentuk tubuh kalian, akan tetapi Allah melihat qalbu (akal dan hati) kalian dan perbuatan kalian (HR Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurrairah)
Maka benarlah dalam aturan kewarganegaraan Daulah Madinah ketika Rasulullah saw. menjadi kepala negara, beliau saw. hanya membedakan 2 jenis penduduk; muslim dan kafir. Begitu pula yang dilaksanakan Khulafaur Rasyidin setelah beliau dan Khalifah-khalifah setelah mereka sampai runtuhnya Daulah Khilafah Islam Utsmaniyah tahun 1924. Artinya pembedaan kewarganegraan adalah berdasarkan pengakuannya atas Islam, bukan yang lain seperti fanatisme golongan atau bangsa.
Juga larangan sempurna dari Rasulullah atas sikap fanatisme golongan, bangsa dan semacamnya yang dirangkum dalam larangan ashabiyah.
Siapa saja yang berperang di bawah panji kebodohan marah karena suku, atau menyeru kepada suku atau membela suku lalu terbunuh maka ia terbunuh secara jahiliyah (HR Muslim)
Bukan dari golongan kami siapa saja yang mengajak kepada ashabiyah, bukan pula dari golongan kami orang yang berperang karena ashabiyah, dan tidak juga termasuk golongan kami orang yang mati karena ashabiyah (HR Abu Dawud)
Tidak ada keistimewaan khusus karena warna kulit, karena jenis dan karena tanah air. Dan tidak halal seorang muslim merasa fanatik (ta’ashub) karena warna kulitnya melebihi kulit orang lain, karena golongannya melebihi golongan lain dan karena daerahnya melebihi daerah orang lain. Pribumi ataupun keturunan. Bahkan Islam menaruh ikatan semacam ini dalam posisi yang paling rendah karena pemikiran semacam ini adalah batil.
Tapi inilah kondisi masyarakat dan ummat, mereka mempunyai cap tertentu bagi etnis tertentu, dan akhirnya bukan melihat karena ketakwaannya tetapi karena bentuk wajahnya. Hanya karena seseorang berwajah Arab lantas setiap bertemu tangannya dicium, karena persangkaan bahwa arab identik dengan Islam (ironis).
Hanya karena seseorang berwajah Cina lantas diidentikkan dengan kafir? (lebih ironis), lebih aneh lagi kalau ketemu bule semuanya serba senang, sumringah dan berjalan menunduk (kacau).
Inilah mental-mental terjajah, mental yang sangat ridha dan bangga kepada negara yang menjajahnya tapi lupa sama sekali dengan Tuhan yang menciptakan dirinya dan memberinya kenikmatan. Padahal kita semua sebagai muslim tidak diseru kecuali berpegang pada aqidah yang satu, ikatan yang satu, perintah yang satu dan kepemimpinan yang satu. Tauhid dalam segala bidang.
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai (QS ali Imraan [3]: 103)
Seandainya saja Rasulullah masih ada, maka tentu dia akan menghapuskan segala macam diskriminasi dan rasialisme yang diwariskan dunia Barat kepada kaum muslim. Seandainya saja Umar bin Khattab masih ada, maka pastilah beliau sendiri yang akan menghunus pedangnya untuk memenggal penyeru ashabiyah.
Tapi mereka telah tiada, namun bukan tanpa warisan. Rasulullah menyiapkan sebuah sistem buat ummatnya agar ummatnya dapat bersatu padu dan kuat dalam satu kepemimpinan di seluruh dunia. Insya Allah saat Khilafah Islam tegak satu saat nanti, Khalifah lah yang akan mengomando kaum muslim membunuh ashabiyah.
Penulis : Felix Siauw
kecelakaan maut di jalan raya sukabumi,Gekbrong kabupaten cianjur

TEMPO.CO, Cianjur- Truk bermuatan oli menggilas puluhan sepeda motor di Jalan Raya Sukabumi, tepatnya Kampung Lembur Kebon Desa Bangbayang Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu 23 Februari 2013 sekitar pukul 06.30 WIB. Lima belas orang meninggal dunia di tempat dan 10 lainnya mengalami luka berat.
Tragedi maut itu terjadi saat lalu lintas padat karena jam masuk pabrik di sekitar Gekbrong. Kebanyakan korban adalah karyawan beberapa pabrik yang hendak berangkat bekerja. Seluruh korban meninggal diangkut ke Ruang Pemulasaraan Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur. Sedangkan yang luka-luka dirawat di Instalasi Gawat Darurat rumah sakit yang sama.
Jajang, 45 tahun, warga setempat yang melihat kejadian menuturkan, saat kejadian lalu lintas sedang padat terutama sepeda motor yang dikendarai para karyawan pabrik.
"Tiba-tiba dari arah Sukabumi meluncur truk yang tidak terkendali dan langsung menghantam antrean sepeda motor," ujar Jajang di lokasi kejadian.
Seluruh korban meninggal belum diketahui identitasnta, termasuk sopir truk. Truk baru berhenti setelah menghantam 5 buah rumah dan nyungsep di pinggir jalan.
Langganan:
Postingan (Atom)
